Kebahagiaan
adalah kunci kehidupan. Namun apakah kita sudah diberitahu dan diajarkan
bagaimana caranya berbahagia sejak kecil?... Yah~ setiap orang memiliki
pendapat dan pandangan tersendiri mengenai kebahagiaan, begitu juga dengan
orang tua kita memiliki pemikiran tersendiri mengenai kebahagiaan. Lalu apakah
kita melihat kebahagiaan dalam kehidupan orang tua kita? Dan apa yang diajarkan
orang tua kita mengenai kebahagiaan? Jawabannya tergantung Anda memahami
kebahagiaan itu sendiri. Yang jelas ada indikator-indikator tertentu yang mampu
menjadikan diri kita merasa bahagia, misalnya seperti mendapatkan cinta,
berbagi kasih-sayang, memiliki pekerjaan, mendapatkan gaji, berada diposisi
eksekutif, mempunyai kekayaan yang berlimpah dan lain sebagainya yang pada
dasarnya merupakan sesuatu yang dapat membuat seseorang merasa bahagia.
Penyebab
kebahagiaan seseorang bisa saja berbeda dan bisa saja diperdebatkan, “ah kamu mah muluk-muluk” “ah kamu mah
terlalu sederhana” “ah masa sih dengan begitu bisa bahagia?”
Namun, jika
seseorang itu benar-benar bahagia ia tidak akan mengurusi perbedaan itu karena
ia sedang menikmati kebahagiaan hidupnya sendiri. Yah~ jika sedang berbahagia
ngapain juga memikirkan dan mengurusi hal-hal negatif, mendingan berbagi
kebahagiaan dalam balutan rasa cinta dan kasih.
Nah, bagi yang
masih memikirkan dan memperdebatkan kebahagiaan sudah dipastikan ia masih
berada dalam kebingungan. Masih galau dengan apa yang sudah dimiliki dan dengan
yang belum dimilikinya.
Jika kebahagiaan adalah tujuan hidup kita maka mengapa
orang tua dan sekolah tidak mengajarkan materi pelajaran mengenai hidup
bahagia?
Mengapa sekolah mengajarkan hal-hal yang membingungkan
yang pada akhirnya kita akan melupakan pelajaran itu setelah ujian akhir
selesai?
Jika akhir dari masa wajib belajar 12 tahun adalah
bekerja dan mencari uang, mengapa kita tidak diajarkan mengenai mengelola dan
menghasilkan uang disekolah?

0 komentar:
Posting Komentar