Back
to the zero, memulai
kembali dari 0 (nol). Setelah mengalami banyak hal di dalam kehidupan, pada
akhirnya saya memutuskan untuk memulai kembali kehidupan ini ke arah yang lebih
baik. Oleh karena itu saya mencoba untuk mengawalinya dari hal yang mendasar
yang menurut saya hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan
terutama bagi kita yang ingin memperbaiki hidup ini à JIWA! Untuk memperbaiki hidup ini,
kita harus memenuhi kebutuhan batin/jiwa/hati kita terlebih dahulu. Kenapa?
Karena sebelum kita dilahirkan ke dunia ini, jiwa kitalah yang sudah hidup dan
berada dekat dengan Sang Maha Pencipta.
Dan kita perlu menyadari hal ini terlebih dahulu, karena sebenarnya kita sudah
melakukan perjanjian dengan Tuhan sebelum jiwa kita diturunkan ke bumi,
sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini
Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi
saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini (keesaan Tuhan)"
QS.
Al-A’raaf [7]:172.
So’ masih banyak dari kita yang
melupakan hal ini dan menjalani hidup begitu saja tanpa dasar mencari keridho-an
Tuhan. Sehingga mereka begitu cuek dan acuh terhadap ajaran dan ajakan kepada
kebaikan yang akan menuntunnya kepada keindahan akhirat.
Kita bisa melihat disekitar kita, masih
banyak orang yang menikmati kegalauannya, mengeluhkan kehidupannya, mengabaikan
nasihat baik. Padahal kehidupan dibumi ini hanya sementara, yang bahkan kita
tidak tahu pasti kapan kita akan dipanggil oleh-Nya. Jadi, sangat disayangkan
sekali jika kita hidup dipenuhi dengan rasa bosan, penyesalan, kegalauan dan
kehampaan padahal kebahagiaan itu adalah tanggung jawab pribadi, sehingga
bahagia itu adalah keputusan didalam diri.
Maka dari itu, agama itu diturunkan
untuk memberikan kedamaian dan petunjuk bagi jiwa-jiwa yang tenang. Dalam
Al-Qur’an, jiwa itu dapat mengacu kepada kepribadian seseorang, disebutkan
bahwa ada 2 sisi jiwa yang satu mendorong kepada kebaikan dan yang satu lagi
mendorong kepada keburukan.
“Dan
demi jiwa dan yang menyempurnakannya,
lalu
Tuhan memperkenalkan kepada setiap jiwa, keburukan dan kebaikannya.
Sungguh
beruntunglah orang yang dapat mensucikan jiwa itu,
Dan merugilah
orang yang mengotorkannya.”
.Asy-Syams[91]:7-10.
Oleh karena itu langkah pertama bagi
kita yang ingin memperbaiki hidup, yang ingin bertobat dan keluar dari zona
nyaman yang sebenarnya tidak aman, kita perlu membersihkan jiwa kita, memenuhi
hati dengan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pengampun.
Seperti pakaian yang sering kita pakai
dan akan kotor tentunya perlu dicuci dan dibersihkan. Begitu juga dengan jiwa,
jiwa pun perlu kita bersihkan, kita perbaiki kualitasnya agar hati kita menjadi
damai dan tenang, sehingga menimbulkan sikap yang baik, santun dan ramah
terhadap kehidupan ini.
*renungkan:
Apakah disaat kita berada didalam kegalauan, hati kita bisa tenang dan sikap
kita masih santun terhadap orang-orang yang didekat kita? Dan berapa lama kita
bisa menenangkan hati kita itu?
Banyak hal yang tidak kita sadari baik
itu melalui kelakuan atau pun pikiran kita yang justru dapat mengotori jiwa
kita. Apalagi diera informasi dan tekhnologi ini sangat memudahkan kita untuk
menemukan kabar berita yang diantaranya dapat menggoyahkan keimanan kita,
contohnya berita-berita gosip, kriminal, korupsi dll yang negatif yang dapat mengkontaminasi
pikiran kita sehingga memunculkan prasangka buruk, kebencian, ketakutan dan
lain sebagainya.
Oleh karena itu penting sekali bagi
kita untuk menjaga, merawat dan membersihkan jiwa dari hal-hal yang tidak baik.
Kita bisa melakukannya dengan memilih/menyaring informasi dari sumber yang kebaikannya
lebih banyak, berada dilingkungan yang positif, rajin beribadah, senang
membantu dan menolong orang, menjaga ucapan sehingga yang dikatakannya adalah
kebaikan, menghindari orang-orang yang senang bergosip karena menggunjing itu
nampak menyenangkan tapi sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang paling
dapat merusak kualitas hati dan mengotori jiwa.
Masih banyak kok hal-hal baik yang bisa
kita temukan didunia ini.
Kita ini seperti magnet, jika yang kita
pikirkan dan yang kita lakukan adalah kebaikan maka kita akan menarik kepada
hal-hal yang baik, kita akan menemukan sesuatu atau tempat yang akan
mendamaikan hati kita dan meningkatkan kualitas pribadi kita. Jadi, putuskanlah
untuk memilih hal-hal yang baik. Karena jika berada didalam keadaan sulit, maka
kebaikan kitalah yang akan menuntun kita keluar dari kesulitan itu.
Kunci-nya adalah dengan menahan godaan
terutama hawa nafsu.
“Adapun bagi orang yang takut akan kebesaran
Tuhannya
dan menahan dirinya dari menuruti hawa
nafsunya,
maka surgalah tempatnya.”
An-Naazi’aat[79]:40-41.
Jiwa yang terbebas dari nafsu disebut sebagai jiwa yang tenang:
“Wahai manusia yang berjiwa tenang!
(Maksudnya yang telah meyakini kebenaran dengan mutlak)
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan senang dan disenangi.
Masuklah dalam kalangan para hamba-Ku!
Dan masuklah ke dalam surga-Ku!
(Maksudnya yang telah meyakini kebenaran dengan mutlak)
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan senang dan disenangi.
Masuklah dalam kalangan para hamba-Ku!
Dan masuklah ke dalam surga-Ku!
Al-Fajr[89]:27-30.
Life
is Adventure.
To
Share The Goodness is My LifeStyle.


0 komentar:
Posting Komentar