tokobukumega.com

WHAT'S NEW?
Loading...

MENJAGA KUALITAS HATI & JIWA



Back to the zero, memulai kembali dari 0 (nol). Setelah mengalami banyak hal di dalam kehidupan, pada akhirnya saya memutuskan untuk memulai kembali kehidupan ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu saya mencoba untuk mengawalinya dari hal yang mendasar yang menurut saya hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan terutama bagi kita yang ingin memperbaiki hidup ini à JIWA! Untuk memperbaiki hidup ini, kita harus memenuhi kebutuhan batin/jiwa/hati kita terlebih dahulu. Kenapa? Karena sebelum kita dilahirkan ke dunia ini, jiwa kitalah yang sudah hidup dan berada dekat dengan Sang Maha Pencipta. Dan kita perlu menyadari hal ini terlebih dahulu, karena sebenarnya kita sudah melakukan perjanjian dengan Tuhan sebelum jiwa kita diturunkan ke bumi, sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
QS. Al-A’raaf [7]:172.

So’ masih banyak dari kita yang melupakan hal ini dan menjalani hidup begitu saja tanpa dasar mencari keridho-an Tuhan. Sehingga mereka begitu cuek dan acuh terhadap ajaran dan ajakan kepada kebaikan yang akan menuntunnya kepada keindahan akhirat.

Kita bisa melihat disekitar kita, masih banyak orang yang menikmati kegalauannya, mengeluhkan kehidupannya, mengabaikan nasihat baik. Padahal kehidupan dibumi ini hanya sementara, yang bahkan kita tidak tahu pasti kapan kita akan dipanggil oleh-Nya. Jadi, sangat disayangkan sekali jika kita hidup dipenuhi dengan rasa bosan, penyesalan, kegalauan dan kehampaan padahal kebahagiaan itu adalah tanggung jawab pribadi, sehingga bahagia itu adalah keputusan didalam diri.

Maka dari itu, agama itu diturunkan untuk memberikan kedamaian dan petunjuk bagi jiwa-jiwa yang tenang. Dalam Al-Qur’an, jiwa itu dapat mengacu kepada kepribadian seseorang, disebutkan bahwa ada 2 sisi jiwa yang satu mendorong kepada kebaikan dan yang satu lagi mendorong kepada keburukan.


“Dan demi jiwa dan yang menyempurnakannya,
lalu Tuhan memperkenalkan kepada setiap jiwa, keburukan dan kebaikannya.
Sungguh beruntunglah orang yang dapat mensucikan jiwa itu,
Dan merugilah orang yang mengotorkannya.”
.Asy-Syams[91]:7-10.

Oleh karena itu langkah pertama bagi kita yang ingin memperbaiki hidup, yang ingin bertobat dan keluar dari zona nyaman yang sebenarnya tidak aman, kita perlu membersihkan jiwa kita, memenuhi hati dengan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pengampun.

Seperti pakaian yang sering kita pakai dan akan kotor tentunya perlu dicuci dan dibersihkan. Begitu juga dengan jiwa, jiwa pun perlu kita bersihkan, kita perbaiki kualitasnya agar hati kita menjadi damai dan tenang, sehingga menimbulkan sikap yang baik, santun dan ramah terhadap kehidupan ini.
*renungkan: Apakah disaat kita berada didalam kegalauan, hati kita bisa tenang dan sikap kita masih santun terhadap orang-orang yang didekat kita? Dan berapa lama kita bisa menenangkan hati kita itu?


Banyak hal yang tidak kita sadari baik itu melalui kelakuan atau pun pikiran kita yang justru dapat mengotori jiwa kita. Apalagi diera informasi dan tekhnologi ini sangat memudahkan kita untuk menemukan kabar berita yang diantaranya dapat menggoyahkan keimanan kita, contohnya berita-berita gosip, kriminal, korupsi dll yang negatif yang dapat mengkontaminasi pikiran kita sehingga memunculkan prasangka buruk, kebencian, ketakutan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk menjaga, merawat dan membersihkan jiwa dari hal-hal yang tidak baik. Kita bisa melakukannya dengan memilih/menyaring informasi dari sumber yang kebaikannya lebih banyak, berada dilingkungan yang positif, rajin beribadah, senang membantu dan menolong orang, menjaga ucapan sehingga yang dikatakannya adalah kebaikan, menghindari orang-orang yang senang bergosip karena menggunjing itu nampak menyenangkan tapi sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang paling dapat merusak kualitas hati dan mengotori jiwa.

Masih banyak kok hal-hal baik yang bisa kita temukan didunia ini.
Kita ini seperti magnet, jika yang kita pikirkan dan yang kita lakukan adalah kebaikan maka kita akan menarik kepada hal-hal yang baik, kita akan menemukan sesuatu atau tempat yang akan mendamaikan hati kita dan meningkatkan kualitas pribadi kita. Jadi, putuskanlah untuk memilih hal-hal yang baik. Karena jika berada didalam keadaan sulit, maka kebaikan kitalah yang akan menuntun kita keluar dari kesulitan itu.

Kunci-nya adalah dengan menahan godaan terutama hawa nafsu.

Adapun bagi orang yang takut akan kebesaran Tuhannya
dan menahan dirinya dari menuruti hawa nafsunya,
maka surgalah tempatnya.”
An-Naazi’aat[79]:40-41.

Jiwa yang terbebas dari nafsu disebut sebagai jiwa yang tenang:
“Wahai manusia yang berjiwa tenang!
(Maksudnya yang telah meyakini kebenaran dengan mutlak)
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan senang dan disenangi.
Masuklah dalam kalangan para hamba-Ku!
Dan masuklah ke dalam surga-Ku!
Al-Fajr[89]:27-30.

Life is Adventure.
To Share The Goodness is My LifeStyle.

0 komentar:

Posting Komentar