Mengapa
sebagian dari kita lebih memilih kepada perasaan iri, dengki, marah dan
mempertahankan hal-hal yang tidak penting serta mengorbankan kualitas
kebersamaan? Sikap-sikap baik adalah awal dari nasib baik. Maka apabila
kita mengeluhkan nasib, cobalah temukan kualitas-kualitas yang
memperbaiki nasib itu dalam persahabatan. Karena seorang sahabat tidak
mempunyai kepentingan lain kecuali melihat kita berbahagia dalam
pilihan-pilihan kita. Banyak orang mensyaratkan perubahan pada orang
lain supaya menjadi sahabat baginya. Padahal tantangan utamanya adalah
apakah Anda bisa merubah diri Anda untuk menjadi sahabat bagi orang
lain?
“Apabila Anda bisa menjadi sahabat bagi diri Anda sendiri, Anda bisa menjadi sahabat bagi siapa pun.” Lihatlah
diri Anda sendiri, yang sering menjadi pribadi yang sulit dihadapi. Dia
mempunyai impian yang besar,tetapi dibatal-batalkan oleh dirinya
sendiri. Nasehatnya baik kepada dirinya, tetapi tetap bersikap agresif
kepada orang lain. Menyalahkan orang lain walaupun tahu dia sendiri yang
salah.
BILA KITA HANYA MELIHAT KESALAHAN KITA. KITA MENGHARAPKAN ORANG LAIN HANYA AKAN MELIHAT KESALAHAN KITA.
Oleh karena itu, seringkali kita menunggu untuk ditolak. Misalnya, ada
sepasang kekasih sebut saja Jono dan Jeni. Pada suatu hari Jono percaya
bahwa ia telah gagal dan merasa khawatir bila Jeni pacarnya akan
menganggap ia gagal pula. Ia akan menjadi sangat sensitif karena tidak
dapat sesukses temannya. Ia tahu bahwa ia kegemukan dan menganggap
hidungnya terlalu besar. Karena Jono tidak menyukai dirinya sendiri, ia
sering merasa “kurang” dan merasa dinilai kurang. Ia takut Jeni akan
mencari pacar lagi yang lebih baik. Ia akan mudah merasa terhina dan ia
akan terus menerus mengomeli Jeni. Jono tidak dapat melupakan masalahnya
dan kurang memberi perhatian pada Jeni. Hasilnya, Jeni merasa kurang
dicintai karena Jono memiliki perasaan buruk terhadap diri sendiri. Bila
pandangan diri kita buruk maka teman-teman kita akan menderita.
Setiap
pribadi adalah unik. Tidak ada seorangpun yang sama persis dengan yang
lain. Cara berpikir, merasakan dan mengalami sesuatu yang sama pun
tidaklah sama hasilnya. Pada beberapa hal, kita masing-masing harus
memutuskan . “Saya adalah pribadi yang unik. Saya tidak perlu seperti
ibu saya atau tetangga saya, atau orang lain.” Kita dapat
menegaskan,”Saya memang tidak sempurna tetapi saya melakukan yang
terbaik dengan informasi yang tersedia. Saya berusaha untuk menjadi
lebih sempurna DAN saya menerima diri saya seperti ini saat ini.”
Percaya dan menerima diri apa adanya. Itulah kata kuncinya. Kita
terlahir di dunia ini bukan tanpa sengaja. Jika kita diciptakan Tuhan
karena ketidaksengajaan alias tiba-tiba ada rasanya itu merupakan hal
yang aneh. Kenapa? Karena semua bentuk tubuh seperti tangan yang
memiliki lima jari, 2 bola mata, hidung, bibir, telinga, kaki, kepala,
tubuh dan lainsebagainya yang sudah jelas telah diperhitungkan sesuai
dengan porsi, posisi dan sesuai kegunaannya masing-masing yang telah
tersistematisasikan dengan baik dan sempurna rasanya Tuhan sudah
memperhitungkannya dan menciptakannya dengan sangat baik, jika kita
tercipta tanpa sengaja maka kemungkinan di dunia semua manusia memiliki
postur dan bentuk yang berbeda-beda. Bayangkan jika Anda melihat orang
yang kaki di kepala, kepala di kaki, atau posisi mata di telapak kaki,
hidung di pantat, telinga diketek dsbg.. Rrrrrgghh aneh kan?!Tapi
kenyataannya tidakkan, semua umat manusia di dunia ini dengan segala
kekurangan dan kelebihannya memilki postur yang sama dan tersusun rapi.
Kita dilahirkan kedunia ini sesungguhnya sudah diberi potensi oleh Tuhan
yaitu kemampuan dan bakat khusus yang sudah digariskan, bahkan ketika
kita masih didalam kandungan Ibu. Sifat, ambisi, karakter, kekuatan, dan
kelemahan, peluang dan ancaman yang berbeda satu dengan yang lain.
Tinggal sekarang bagaimana kita bisa memanfaatkan kesempatan yang ada
untuk mengembangkan modal awal itu. Inilah pentingnya mengenali dirimu
sendiri dengan sebaik-baiknya.
Seorang
psikoanalisis, Bernard Berkowitz dan Mildred Newman, menulis,”Orang
yang tidak mencintai dirinya sendiri dapat memuja orang lain, karena
dengan pemujaan, membuat orang lain menjadi besar dan diri kita menjadi
kecil. Mereka dapat menginginkan orang lain, karena keinginan ini muncul
dari perasaan ketidaksempurnaan, dimana kebutuhan ini perlu dipenuhi.
Tetapi mereka tidak dapat mencintai orang lain karena cinta adalah
penegasan dari suatu kehidupan, pertumbuhan di dalam diri kita semua.
Bila Anda tidak memilikinya, Anda tidak akan dapat memberikan pada orang
lain.
Sahabat adalah orang yang membuat hidup kita kurang lengkap tanpa kehadirannya
Anda bisa memberi tanpa menyayangi, tapi anda tidak bisa menyayangi tanpa memberi
Keindahan itu terdapat dihal-hal yg sederhana dan orang yang dapat melihat keindahan itu, sesungguhnya telah memiliki hati yang indah
Hadiahkan diri anda bagi kebahagiaan orang lain, lalu lihat apa yang akan terjadi
Anda bisa memberi tanpa menyayangi, tapi anda tidak bisa menyayangi tanpa memberi
Keindahan itu terdapat dihal-hal yg sederhana dan orang yang dapat melihat keindahan itu, sesungguhnya telah memiliki hati yang indah
Hadiahkan diri anda bagi kebahagiaan orang lain, lalu lihat apa yang akan terjadi
Selain itu katakanlah kepada sahabat kita 3 hal berikut ini:
- Keberadaanku adalah pengindah dari waktumu.
- Kegembiraanku adalah untuk merayakan kekuatanmu.
- Umurku adalah untuk memenangkanmu.
(That’s for My Best Freinds)
0 komentar:
Posting Komentar