tokobukumega.com

WHAT'S NEW?
Loading...

KEINDAHAN DIBALIK SERUAN DARI SURGA part.1



Kita sering mendengarkannya setiap 5 kali sehari diwaktu pagi hari hingga malam hari. Namun terkadang kita mengabaikan seruan yang asal suara-nya dari rumah-rumah suci disekitar kita ini. Kita sudah menganggap seruan ini adalah hal biasa dan ditanggapinya pun dengan biasa-biasa saja. Nampak sudah tidak ada keistimewaan dari Adzan yang berkumandang bagi sebagian orang dinegeri ini. 

Hmm~ apakah benar tidak ada yang istimewa dari Adzan ini? Tetapi jika tidak ada yang istimewa kenapa adzan selalu dikumandangkan oleh seorang muadzin (orang yang menyerukan adzan) di setiap waktu-nya dan dilakukan didalam setiap masjid, saling susul-menyusul, saut-menyaut bergantian dari  satu tempat ke tempat yang lainnya. Selesai dinegeri yang satu, berpindah kenegeri lainnya, berputar terus selama matahari terbit dan terbenam.

Hmm~Sebenarnya kita masih belum paham dan menyadari makna dibalik seruan adzan ini. So’ mari kita sama-sama mencari tahu, ‘ADA APAKAH DIBALIK ADZAN INI?’

 Jika kita pikirkan, kita akan menyadari bahwa islam itu begitu sistematis dan teratur. Kita bisa lihat dari keteraturannya jadwal Adzan pada waktu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Adzan yang berkumandang ini menyerukan kaum muslimin untuk bersiap-siap dan segera menunaikan ibadah shalat dan memerintahkan untuk segera meninggalkan segala macam aktifitas yang bersifat duniawi.

Dari sini kita bisa lihat bahwa Islam begitu disiplin dan menganjurkan untuk tepat waktu, adzan subuh ada waktu-nya, dzuhur juga ada waktu-nya hingga adzan isya pun ada waktu-nya. Dan Allah menjanjikan bonus pahala yang besar bagi kaum muslimin yang segera melaksanakan ibadah shalat di awal waktu.  Maka-nya saya heran kenapa orang Indonesia yang mayoritas-nya beragama islam tapi kok bisa membudayakan jam karet alias suka ngaret (tidak tepat waktu)? Ckckckck~

Nah terus kenapa adzan selalu dikumandangkan setiap waktu-nya oleh para muadzin, kok mau-mau-nya mereka menyerukan adzan? Berarti ada sesuatu yang istimewa, yang spesial yang akan mereka dapatkan apabila mereka mengumandangkan adzan, yah toh~ pastinyalah manusia kan pada dasarnya ga mau rugi. Jadi apakah para muadzin ini gaji-nya besar dan melebihi UMK? Nampaknya begitu soalnya ga ada tuch para muadzin yang ber-demo. :))

Mari kita ketahui apa sich yang membuat orang-orang mau menjadi muadzin, sebenarnya apa sich keistimewaan yang didapatkan bagi mereka yang mengumandangkan adzan?

Dan ternyata para muadzin ini mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan jauh lebih penting dibandingkan gaji berstandar UMK yang sedang banyak orang demo-kan saat ini, yaitu sebuah gaji berstandarkan Allah SWT., Gileee~broo~ orang baik yang penuh kesabaran dan keikhlasan itu langsung digaji oleh Tuhan dan kalian tahu kan Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Kaya! Jadi ga mungkin Tuhan akan mengecewakan kita. Apakah kalian pernah liat orang-orang yang berdemo kepada Tuhan di tempat-tempat ibadah (masjid), sambil bakar-bakaran atau ber-teater ria? TIDAK! Nah~ itu sudah membuktikan bahwa Tuhan itu Maha Adil.



Nah, inilah yang dijanjikan Allah SWT., bagi para muadzin yaitu mereka mendapatkan pahala sebanyak orang shalat bersamanya dan wajib masuk surga.

“Muadzin itu akan diampuni dosa-dosanya sesuai dengan panjangnya suara adzan dan pahala seperti orang-orang yang shalat bersamanya.”
~HR. Thabrani~

“Barangsiapa yang mengumandangkan adzan selama dua belas tahun maka ia wajib masuk surga. Sekali adzan pada tiap hari ia memperoleh enam puluh kebaikan dan setiap iqamah memperoleh tiga puluh kebaikan.”
~HR. Ibnu Majah~

"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas barisan terdepan , dan Muadzin diberi ampunan sejauh suaranya serta dibenarkan oleh orang yang mendengarkannya, baik yang masih basah maupun yang sudah kering. Dan baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan shalat dengannya."
~Hadits Shohih Riwayat Nasa'I dan Ahmad~

Seorang muadzin akan didoakan oleh Rosulullah SAW sebagaimana yang tersebut di dalam hadist Abu Hurairah ra bahwasanya Rosulullah SAW salam bersabda :

"Imam itu bertanggung jawab. Sementara muadzin menjadi kepercayaan umat manusia.Ya Allah, berilah petunjuk kepada para imam dan berilah ampunan kepada para muadzin.
~Hadits Shohih Riwayat Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Khuzaimah~

“Rabb kalian merasa bangga terhadap seseorang pengembala kambing disebuah puncak bukit yang mengumandangkan adzan shalat dan mengerjakan adzan. Maka Allah yang Maha perkasa lagi Maha mulia berfirman : " Lihatlah hamba-Ku itu, dia mengumandangkan adzan dan iqomah karena merasa takut kepada-Ku. Sesungguhnya aku telah mengampuni hamba-Ku itu dan memasukannya ke surga."
~Hadist Shohih Riwayat Abu Daud~

Huwooo~Busyeeettt~ gaji-nya dan tunjangannya langsung dijanjikan masuk surga broo~ pantesan para muadzin ga ada yang mogok mengumandangkan adzan atau pun males ampe telat adzan. Laahh~ siapa sich yang ga mau masuk surga?! Disana apa pun yang kita mau langsung dikasih, dapet bidadari pula, ahaY! TOP dah~ >o<

 Masih ada yang akan kita bahas mengenai Keindahan Dibalik Seruan Dari Surga ini, 
So' Nantikanlah di artikel berikutnya~ XDD

BERSAMBUNG ke Part 2...

Life is Adventure.
To Share The Goodness is My LifeStyle.

Follow Me : @Mr_Jay007

EFEK DARI PERILAKU MEMBANDINGKAN DIRI SENDIRI

Banyak diantara kita baik disengaja atau tidak, kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Ada hal-hal umum yang akan timbul jika kita berperilaku seperti ini, yaitu jika kita membandingkan diri dengan seseorang yang lebih tinggi, lebih mapan atau lebih baik keadaanya dari kita, maka biasanya akan muncul rasa minder, iri yang beriringan dengan kata, “Enak yah yang hidupnya kayak dia!?” atau “Seandainya aku seperti dia!?” atau kata-kata yang lainnya yang malah akan menurunkan derajat dan rasa percaya diri kita.
 
Dan apabila kita membandingkan diri dengan seseorang yang kehidupannya dibawah kita, serba kekurangan atau minderan orangnya, kita biasanya akan terlihat lebih hebat, angkuh, sombong, dan meremehkannya. Atau pun bisa juga kita jadi lebih bersyukur dan merasa kasihan. Tetapi terkadang ada rasa iri karena tidak sedikit dari mereka yang kurang mampu justru dapat memiliki anakanak yang cerdas dan pandai.

Jadi, perilaku membandingkan diri ini bisa memunculkan sikap negatif atau pun positif. Namun jika kita melihat disekeliling kita ternyata orang-orang lebih condong ke arah negatif-nya, kita dapat menyadarinya dari sikap mereka yang sering berkeluh-kesah, galau-an atau iri dengan kehidupan orang lain. Dan mereka sebenarnya saling iri antara satu dengan yang lainnya.

Kita sering melupakan satu kata yang sederhana tetapi makna-nya sangat mendalam bagi kehidupan, yaitu “SYUKUR”. Kita lupa untuk bersyukur, kita sering lupa (atau gengsi) untuk mengucapkan kata “TERIMA KASIH” kepada TUHAN, kepada orang tua dan sahabat-sahabat kita. Dan kita lupa bersyukur atas rezeki
yang telah kita dapatkan seperti kesehatan, masih bisa bernafas, masih bisa berjalan, masih bisa melihat, mendengar dan beraktifitas dengan baik dan juga masih bisa memiliki uang jajan walaupun tidak banyak, tapi patut kita syukuri karena jika kita bersyukur kita akan lebih ikhlas untuk menabungnya dan bisa bertambah banyak jika kita selalu bersyukur.

Apabila kita terlalu meng-kritis-i atau menuntut banyak kepada diri sendiri, kita cenderung membenci orang lain yang dapat berbuat lebih baik daripada kita. Dan jika kita hanya melihat kesalahan kita, kita sering mengharapkan orang lain hanya akan melihat kesalahan kita saja.

Membandingkan diri sendiri merupakan sebuah perangkap! Karena disekeliling kita selalu ada orang yang lebih berbakat, lebih kaya, lebih pintar, lebih lucu atau lebih populer dari kita.

Jadi, Yuk~ lebih bersahabatlah dengan diri kita sendiri, karena sebenarnya kita ini memiliki kepribadian yang unik, toh~ semua orang itu tidak ada yang sempurna. Setiap orang mempunyai kekurangan masing-masing, hanya saja kita ini sedang menduga kalau kehidupan mereka lebih baik dari kita, padahal kan belum tentu juga! Who knows?! Kalau sebenarnya mereka pun sedang iri kepada kita.

So’ putuskanlah untuk lebih bersahabat dengan diri, lalu pahamilah kekurangannya dan fokuslah pada yang baik yang ada didalam diri. Sehingga yang kita rasakan adalah kebaikan hidup.

Cintailah diri, karena bagaimana bisa orang lain mencintai dirimu, sedangkan kamu masih merasa kecewa dengan diri kamu sendiri?!

Banyak-banyaklah bersyukur dan penuhi hidupmu dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama sehingga kemampuanmu berkembang dan menjadikanmu pribadi yang disukai banyak orang.

Life is Adventure.
To Share The Goodness is My LifeStyle.

Follow Me : @Mr_Jay007

MENJAGA KUALITAS HATI & JIWA



Back to the zero, memulai kembali dari 0 (nol). Setelah mengalami banyak hal di dalam kehidupan, pada akhirnya saya memutuskan untuk memulai kembali kehidupan ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu saya mencoba untuk mengawalinya dari hal yang mendasar yang menurut saya hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan terutama bagi kita yang ingin memperbaiki hidup ini à JIWA! Untuk memperbaiki hidup ini, kita harus memenuhi kebutuhan batin/jiwa/hati kita terlebih dahulu. Kenapa? Karena sebelum kita dilahirkan ke dunia ini, jiwa kitalah yang sudah hidup dan berada dekat dengan Sang Maha Pencipta. Dan kita perlu menyadari hal ini terlebih dahulu, karena sebenarnya kita sudah melakukan perjanjian dengan Tuhan sebelum jiwa kita diturunkan ke bumi, sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
QS. Al-A’raaf [7]:172.

So’ masih banyak dari kita yang melupakan hal ini dan menjalani hidup begitu saja tanpa dasar mencari keridho-an Tuhan. Sehingga mereka begitu cuek dan acuh terhadap ajaran dan ajakan kepada kebaikan yang akan menuntunnya kepada keindahan akhirat.

Kita bisa melihat disekitar kita, masih banyak orang yang menikmati kegalauannya, mengeluhkan kehidupannya, mengabaikan nasihat baik. Padahal kehidupan dibumi ini hanya sementara, yang bahkan kita tidak tahu pasti kapan kita akan dipanggil oleh-Nya. Jadi, sangat disayangkan sekali jika kita hidup dipenuhi dengan rasa bosan, penyesalan, kegalauan dan kehampaan padahal kebahagiaan itu adalah tanggung jawab pribadi, sehingga bahagia itu adalah keputusan didalam diri.

Maka dari itu, agama itu diturunkan untuk memberikan kedamaian dan petunjuk bagi jiwa-jiwa yang tenang. Dalam Al-Qur’an, jiwa itu dapat mengacu kepada kepribadian seseorang, disebutkan bahwa ada 2 sisi jiwa yang satu mendorong kepada kebaikan dan yang satu lagi mendorong kepada keburukan.


“Dan demi jiwa dan yang menyempurnakannya,
lalu Tuhan memperkenalkan kepada setiap jiwa, keburukan dan kebaikannya.
Sungguh beruntunglah orang yang dapat mensucikan jiwa itu,
Dan merugilah orang yang mengotorkannya.”
.Asy-Syams[91]:7-10.

Oleh karena itu langkah pertama bagi kita yang ingin memperbaiki hidup, yang ingin bertobat dan keluar dari zona nyaman yang sebenarnya tidak aman, kita perlu membersihkan jiwa kita, memenuhi hati dengan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pengampun.

Seperti pakaian yang sering kita pakai dan akan kotor tentunya perlu dicuci dan dibersihkan. Begitu juga dengan jiwa, jiwa pun perlu kita bersihkan, kita perbaiki kualitasnya agar hati kita menjadi damai dan tenang, sehingga menimbulkan sikap yang baik, santun dan ramah terhadap kehidupan ini.
*renungkan: Apakah disaat kita berada didalam kegalauan, hati kita bisa tenang dan sikap kita masih santun terhadap orang-orang yang didekat kita? Dan berapa lama kita bisa menenangkan hati kita itu?


Banyak hal yang tidak kita sadari baik itu melalui kelakuan atau pun pikiran kita yang justru dapat mengotori jiwa kita. Apalagi diera informasi dan tekhnologi ini sangat memudahkan kita untuk menemukan kabar berita yang diantaranya dapat menggoyahkan keimanan kita, contohnya berita-berita gosip, kriminal, korupsi dll yang negatif yang dapat mengkontaminasi pikiran kita sehingga memunculkan prasangka buruk, kebencian, ketakutan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk menjaga, merawat dan membersihkan jiwa dari hal-hal yang tidak baik. Kita bisa melakukannya dengan memilih/menyaring informasi dari sumber yang kebaikannya lebih banyak, berada dilingkungan yang positif, rajin beribadah, senang membantu dan menolong orang, menjaga ucapan sehingga yang dikatakannya adalah kebaikan, menghindari orang-orang yang senang bergosip karena menggunjing itu nampak menyenangkan tapi sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang paling dapat merusak kualitas hati dan mengotori jiwa.

Masih banyak kok hal-hal baik yang bisa kita temukan didunia ini.
Kita ini seperti magnet, jika yang kita pikirkan dan yang kita lakukan adalah kebaikan maka kita akan menarik kepada hal-hal yang baik, kita akan menemukan sesuatu atau tempat yang akan mendamaikan hati kita dan meningkatkan kualitas pribadi kita. Jadi, putuskanlah untuk memilih hal-hal yang baik. Karena jika berada didalam keadaan sulit, maka kebaikan kitalah yang akan menuntun kita keluar dari kesulitan itu.

Kunci-nya adalah dengan menahan godaan terutama hawa nafsu.

Adapun bagi orang yang takut akan kebesaran Tuhannya
dan menahan dirinya dari menuruti hawa nafsunya,
maka surgalah tempatnya.”
An-Naazi’aat[79]:40-41.

Jiwa yang terbebas dari nafsu disebut sebagai jiwa yang tenang:
“Wahai manusia yang berjiwa tenang!
(Maksudnya yang telah meyakini kebenaran dengan mutlak)
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan senang dan disenangi.
Masuklah dalam kalangan para hamba-Ku!
Dan masuklah ke dalam surga-Ku!
Al-Fajr[89]:27-30.

Life is Adventure.
To Share The Goodness is My LifeStyle.

BERKEMBANG & BERSAING DENGAN DIRI SENDIRI



Ada seseorang yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya supaya qt bisa mengembangkan diri dgn cepat?

Semoga pernyataan saya ini bisa menjadi salah satu jawaban yang baik bagi pertanyaan tersebut. Menurut saya cara tercepat untuk dapat mengembangkan diri adalah dgn cara qt masuk ke dalam persaingan.
Saya belajar dari perkembangan pemain sepak bola, sebut saja Messi dan Ronaldo. Mereka adalah pemain terbaik yang sangat populer didunia. Persaingan kedua pemain ini begitu menarik. Menurut saya, Messi dan Ronaldo itu sama-sama ngotot, banyak berlatih dan bekerja keras untuk dapat mengembangkan tekhniknya masing2 sehingga kualitas mereka bisa terus terjaga bahkan meningkat. Karena mereka tahu siapa rival mereka dan sama2 memperhatikan kualitas mereka masing2. Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk bermalas2an, karna jika salah satu dari mereka performa-nya kurang, maka itu akan mempermudah pihak yang performanya konsisten untuk mendapatkan kedudukan yang terbaik.

Nah masalahnya mereka itu orang2 super berbakat. Bagaimana bagi qt yg kurang berbakat? Qt tentunya tidak mungkin bersaing dengan mereka dipapan atas.

Yah~ sebenarnya begini loh, persaingan yang sebetulnya itu adalah ketika qt bersaing dengan diri qt sendiri. Kenapa? Karena jika qt bersaing dengan orang2 yang kebetulan pemalas, maka qt akan merasa tidak perlu berusaha untuk menghebatkan diri. Dan jika qt bersaing dengan orang2 yg hebat, rajin, pintar, berbakat seperti Messi atau Ronaldo, itu malah membuat qt stress krn bakat mereka tidak qt miliki. Yang membuat qt hanya memperhatikan kelebihan mereka, lalu bersedih karena melihat kekurangan/kelemahan didalam diri.

Nah, jika qt sedang bersaing dengan diri sendiri, qt malah mengukur kemampuan diri, qt bisa tau apakah qt sedang baik atau sedang menunda.

Jadi jawabannya agar qt bisa berkembang adalah qt harus bersaing dengan diri sendiri. Orang yang bersaing dengan diri-nya sendiri itu biasanya meditatif, lebih dekat dengan hati dan mendengarkan dirinya sendiri berbicara. Jadi lebih banyak berkomunikasi didalam diri, yang biasanya isi-nya adalah evaluasi diri dan instropeksi diri.. Kata2nya seperti, “Kemarin saya masih kurang baik ke dia, saya masih kurang mengontrol diri, kata2 saya masih ada unsur negatif-nya.” Dari sini qt bisa melihat yang mana yang harus diperbaiki dihari esok. Bukankah ada istilah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” itu dimaksudkan agar qt bersaing dgn diri qt yang kemarin, sehingga hari ini qt harus melakukan yang lebih baik dari yang kemarin.

Adalagi! Orang yang meditatif itu tidak mungkin tidak spiritual. Karena waktu berbicara dengan dirinya sendiri itu dia sadar dirinya bukan badan (fisik) tetapi JIWA. Dan Jiwa itu begitu dekat dengan Tuhan. Waktu dia berbicara dengan dirinya tentang Jiwa, tidak mungkin dia tidak sadar dengan kehadiran Tuhan.

Itu sebabnya orang2 yang bersaing dengan dirinya sendiri ini biasanya lebih damai. Tidak sama dengan kalau qt bersaing dengan orang lain yang malah membuat qt gelisah. Dan pertumbuhan/perkembangan orang yang bersaing dengan dirinya sendiri itu luar biasa pesatnya. Karena ini janji-Nya, “Tidak ada orang yang keluar dari satu pertemuan dengan Tuhan yang tidak menjadi baru.”

Jadi, lebih bersahabatlah dengan diri qt sendiri. Saya pernah baca manga Naruto yang Chapter si Naruto berhadapan dengan Dark Naruto (sisi gelapnya Naruto). Semakin kuat diri qt melawan sisi gelap qt, maka akan semakin sulit qt untuk berkembang. Ikhlas-lah dengan diri qt saat ini, bersyukurlah dengan kehidupan qt saat ini. Karena ketika qt sudah menyatu dengan berbagai sisi dalam kehidupan qt, qt akan segera dihebatkan oleh Tuhan. Karena qt sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada-Nya. Dan qt sudah bersahabat dengan diri qt, karna qt mengakui bahwa didalam diri qt ada sisi gelap-nya, dan qt mensahabati sisi itu dengan bersikap baik karna yg qt pilih adalah sisi terangnya.

SIKAP! Orang yang sikapnya tepat, kehidupan ini tidak akan ada salahnya.
Karena kehidupan ini ciptaan Tuhan dan Tuhan tidak pernah berniat mempersulit kita.

Semoga Bermanfaat ^^

 Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan di ask.fm:
http://ask.fm/JaySS_007

Follow Me:
https://twitter.com/Mr_Jay007

Ceklist Fan Page:
https://www.facebook.com/CeklistDotCom
Chocoloid Band Fanpage:
https://www.facebook.com/Chocoloid.music
Follow Us:
https://twitter.com/Chocoloid_music
Chocoloid Blog:
www.chokage.wordpress.com
Chocoloid Group:
https://www.facebook.com/groups/571335906241256/
Chocoloid Youtube Channel:
https://www.youtube.com/user/Chocoloid77/videos
Chocoloid Business (Bandpreneur):
www.ceklist.com